For the complete documentation index, see llms.txt. This page is also available as Markdown.

Persyaratan pemantauan tambahan

Proyek dengan area atau kompleksitas lebih besar

Jika berlaku, pelaporan tambahan mungkin diperlukan, termasuk: ​​

  • Pelaporan kebocoran. Proyek yang mengidentifikasi area pengelolaan kebocoran dalam penilaian garis dasar mereka perlu memasukkan data tambahan dalam rencana pemantauan mereka untuk mendukung pengelolaan area ini.

  • Penggunaan habitat dan perubahan habitat di dalam area BCP. Pemantauan kehilangan habitat memang bermanfaat, meskipun teknologi untuk melakukannya dengan baik (mis. pemetaan satelit) mungkin tidak mudah diakses oleh Masyarakat Adat dan komunitas lokal. ISBM dirancang agar spesies indikator itu sendiri dapat memberi metrik proksi untuk perubahan habitat yang sulit dibuktikan dengan cara lain (degradasi, polusi suara, perburuan liar, dll.). Observasi untuk spesies indikator juga merupakan metrik proksi untuk kegiatan proyek. Jadi, data proyek itu sendiri adalah tabel ex-post dari data kegiatan per strata yang dilakukan sepanjang durasi BCP. Jika lokasi sudah memiliki data ini, kami sarankan memasukkannya dalam laporan pemantauan.

  • Dampak gangguan alam dan kejadian bencana lainnya. Penurunan keanekaragaman hayati akibat faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh pemrakarsa proyek, termasuk gangguan alam (mis. kebakaran hutan, badai besar, gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dan kekeringan) atau kejadian yang disebabkan manusia (mis. kebakaran, tindakan terorisme, dan perang) akan tercermin langsung dalam observasi dan pengkreditan. Jika ini terjadi, BCP harus memasukkan deskripsi dalam laporan pemantauan mereka.

Apakah ini membantu?